Showing posts with label Peternakan. Show all posts
Showing posts with label Peternakan. Show all posts

Friday, December 19, 2014

Tugas Pakan Hijauan Ternak

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Di Indonesia pada umumnya hijauan makanan ternak diperoleh dari berbagai sumber antara lain dari hasil panen sendiri, tepi-tepi jalan, pinggir-pinggir jalan, pematang sawah, tepi hutan, lapangan-lapangan tanah kuburan, perkebunan, sisa hasil pertanian dan lain sebagainya sehingga kontinuitas produksi, kuantitas dan kualitasnya tidak terjamin sebagai makanan ternak.
Hijauan merupakan sumber bahan pakan ternak yang utama dan sangat besar peranannya bagi ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) baik untuk hidup pokok, pertumbuhan produksi (daging dan susu) maupun untuk reproduksi.
Lahan merupakan sumber daya alam yang mempunyai fungsi beragam, antara lain sebagai medium tumbuh tanaman untuk penyediaan bahan pangan, cadangan air, rekreasi, permukiman dan bangunan lain. Lahan kering merupakan lahan yang kualitas rendah. Kualitas lahan dapat ditingkatkan dengan sistem pertanian secara terpadu agar terbentuk siklus hara dan struktur lebih stabil. Salah satu teknik pertanian terpadu yang dapat diterapkan adalah dengan cara mengintegrasikan berbagai jenis tanaman.

ILMU TILIK DAN TINGKAH LAKU TERNAK (PENGAMATAN PADA AYAM KAMPUNG)

NAMA           :        SRI HELMINA 
STAMBUK   :        L1A1 13 087 
I.       PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Tingkah laku atau etologi hewan praktis telah merupakan hal yang penting sejak masa prasejarah. Tingkah laku ini dimanfaatkan oleh para pemburu dan kemudian oleh masyarakat untuk menjinakkan hewan-hewan tersebut. Sampai pada pertengahan abad ini, para ilmuwan di bidang pertanian tidak banyak mengenal ilmu tingkah laku hewan baik secara praktis sebagai hal yang penting maupun sebagai hal yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Ayam adalah salah satu jenis unggas yang dipelihara oleh masyarakat pada umumnya. Sehingga kita dapat menjumpai ayam dalam kehidupan kita sehari-hari. Ayam ini bisa juga dimanfaatkan untuk keperluan hidup pemeliharanya. Banyak orang-orang yang sengaja memelihara ayam ini dalam suatu tempat disebut sebagai peternakan ayam atau penangkaran ayam.
Kehidupan ayam dimulai dari satu butir telur yang berasal dari induknya. Dari telur yang telah dierami oleh ayam sambil dibolak-balik telurnya agar tetap hangat. Stekah 21 hari, anak ayam menggunakan paruhnya untuk memecah telur agar anak ayam bisa keluar dari cangkangnya. Jika telor tersebut sengaja tidak dierami atau tidak menetas (disebut juga telur wurung), biasanya diambil oleh pemiliknya untuk dimanfaatkan, misalnya dijual, dimasak untuk dikonsumsi sebagai lauk makan atau dijadikan sebagai obat tradisional ataupun jamu penambah darah. Khasiatnya lebih besar ayam kampung yang alami daripada ayam lehr yang merupakan hasil suntikan.