Enter Your Email

Friday, January 25, 2013

peran dan tugas guru

Peranan Guru
Peranan (role) guru artinya keseluruhan tingkah laku yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Guru mempunyai peranan yang amat luas baik di sekolah keluarga dan didalam masyarakat. Dalam kamus besar bahasa indonesia edisi kedua 1991. Guru diartikan sebagai “ orang yang pekerjaannya mengajar, namun guru yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah pendidik profesional yang wajib memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan” (UU Sisdiknas 2003 Bab XI pasal 40 ayat 26). Guru sebagai pendidik ataupun pengajar merupakan faktor penentu kesuksesan setiap usaha pendidikan. Itulah sebabnya setiap perbincangan mengenai pembaharuan kurikulum, pengadaan alat belajar sampai kepada kriteria sumber daya manusia yang dihasilkan oleh usaha pendidikan selalu bermuara pada guru. Hal ini menunjukkan betapa signifikan peran guru dalam dunia pendidikan.
Guru memegang peran yang amat sentral dalam keseluruhan proses pembelajaran. Guru pun dituntut untuk mampu mewujudkan perilaku mengajar secara tepat agar terjadi perilaku belajar yang efektif pula dalam diri siswa. Dalam proses belajar mengajar, guru bisa sebagai motivator belajar .
Berdasarkan pembahasan mengenai guru diatas dalam arti luas guru mengemban peranan-peranan sebagai:
a. Ukuran kognitif
Guru adalah sebagai pewaris dan pemberi pengetahuan, keterampilan, kebudayaan, nilai-nilai dan norma kepada generasi muda (peserta didik)
b. Sebagai agen moral dan politik
Guru sebagai agen moral berfungsi mendidik dan peserta didik mampu menyusun huruf menjadi kata, pandai berhituna, dan pandai dalam kemampuan kognitif lainnya. Sebagai agen politik guru berperan memberikan kesadaran politik, pengetahuan politik, serta kultur dan tindakan politik masyarakat kepada peserta didik melalui pengajaran dalam kelas.
c. Guru sebagai fasilitator
Guru sebagai fasilitator bertugas memberi kemudahan kepada peserta didik seperti memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal, situasi kelompok atau pengamalan kelas. Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan dan kelompok yang bersifat lebih umum. Guru mencoba mengatur dan menjadikan sumber-sumber untuk belajar yang paling luas dan mudah dimanfaatkan para siswa membantu mencapai tujuan mereka.
d. Sebagai inovator
Peran guru / tanggung jawab guru sebagai inovator diantaranya terletak pada penyelenggaraan pendidikan di sekolah, melalui penyebaran gagasan baru dan metode-metode baru dalam belajar.
e. Sebagai peranan kooperatif
Dalammelaksanakan tugas dan kewajibannya guru tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan individualnya semata, diperlukan integrasi dan kerjasama antara sesama guru ataupun dengan pihak terkait lainnya.
Secara sempit peranan guru sebagai berikut:
a. Korektor
Guru harus dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang salah dan mana yang benar, serta memberikan koreksi dan penilaian terhadap tingkah laku peserta didik dan penilaian terhadap hasil belajar peserta didik.
b. Inspirator
Guru harus dapat memberikan nilai dan ilmu yang baik, bagi kemajuan peserta didik. Guru juga harus dapatmenjadi inspirasi dan memberikan ide serta gagasan baru pada peserta didik.
c. Informator
Selain sebagai pendidik / pengajar, guru juga harus bisa memberikan informasi-informasi yang bermanfaat dan informasi tersebut absolute untuk menunjang penambahan informasi bagi peserta didik.
d. Motivator
Guru berperan sebagai motivator dimana guru memberikan motivasi-motivasi bagi para peserta didik.
e. Demonstrator
Guru berusaha memberikan pengarahan dan memberikan penjelasan serta pemahaman terhadap hal-hal yang tidak dipahami ataupun sulit dimengerti oleh peserta didik.
Disisi lain beberapa pakar pendidikan dan pemerhati pendidikan menyatakan bahwa peranan utama guru dalam PBM adalah senagai “director of learning” (direktur belajar ) artinya setiap guru diharapkan untuk pandai-pandai mengarahkan kegiatan belajar siswa agar mencapai keberhasilan belajar sebagaimana yang telah ditetapkan dalam sasaran kegiatan PBM. Dengan demikian, seakin jelaslah bahwa peranan guru dalam dunia pendidikan modern seperti sekarang ini semakin meningkat dari sekedar pengajar menjadi direktur belajar. Konsekuensinya tugas dan tanggung jawab guru pun menjadi lebih kompleks dan berat pula.
Dalam proses belajar mengajar guru bisa juga sebagai pembimbing belajar. Sebagai pembimbing dalam belajar, guru diharapkan mampu untuk:
  1. Mengenal dan memahami setiap siswa baik secara individu maupun kelompok
  2. Memberikan informasi-informasi yang diperlukan dalam proses belajar
  3. Memberikakan kesempatan yang memadai agar setiap siswa dapat belajar sesuai dengan karakteristik pribadinya
  4. Membantu setiap siswa dalam menghadapi masalah-masalah ribadi yang dihadapinya
  5. Menilai keberhasilan setiap langkah kegiatan yang telah dilakukannya.
Pengajar (guru) akan mampu mengajar dengan baik apabila:
  1. Memiliki sikap dasar yang benar yaitu bertindak sebagai pembimbing dan menghindari corak hubungan yang berjarak antara pengajar dan pelajar serta memahami tujuan dan kesulitan pelajaran.
  2. Memiliki sasaran yang benar yaitu mewujudkan untuk mengembangkan pribadi belajar dan bukan memberikan informasi dan menyadari bahwa tujuan jangka panjang adalah perkebangan optimal dan pribadi pelajar sehingga tercapai kepuasan pribadi dan produktivitas kerja yang optimal.
  3. Memiliki informasi yang faktual yang diperlukan.
  4. Memahami berbagai macam metode dan teknik dan bagaimana memilihnya.
  5. Membantu pelajar dalm merencanakan tindak lanjut, oleh karena itu para pengajar seyogyannya mendiskusikan masalah-masalah secara baik sebelum kegiatan belajar berakhir.

Istilah “peran” kerap diucapkan banyak orang. Sering kita mendengar kata peran dikaitkan dengan posisi atau kedudukan seseorang. Atau “peran” dikaitkan dengan “apa yang dimainkan” oleh seorang aktor dalam suatu drama. Mungkin tak banyak orang tahu, bahwa kata “peran”, atau role dalam bahasa Inggrisnya, memang diambil dari dramaturgy atau seni teater. Dalam seni teater seorang aktor diberi peran yang harus dimainkan sesuai dengan plot-nya, dengan alur ceritanya, dengan lakonnya.
Lebih jelasnya kata “peran” atau “role” dalam kamus oxford dictionary diartikan : Actor’s part; one’s task or function. Yang berarti aktor; tugas seseorang atau fungsi.[1]
Istilah peran dalam “Kamus Besar Bahasa Indonesia” mempunyai arti pemain sandiwara (film), tukang lawak pada permainan makyong, perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat.[2]
Ketika istilah peran digunakan dalam lingkungan pekerjaan, maka seseorang  yang diberi (atau mendapatkan) sesuatu  posisi, juga diharapkan menjalankan perannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pekerjaan tersebut. Karena itulah ada yang disebut dengan  role expectation. Harapan mengenai peran seseorang dalam posisinya, dapat dibedakan atas harapan dari si pemberi tugas  dan harapan dari orang yang menerima manfaat dari pekerjaan/posisi tersebut.
Istilah peran, dipinjam dari panggung sandiwara untuk mencoba menjelaskan apa saja yang bisa dimainkan oleh seorang aktor. Peran sebagai suatu fungsi  yang dibawakan seseorang ketika menduduki suatu karakteristik (posisi) dalam  struktur sosial. Kepala sekolah adalah seperti aktor panggung teater, ia bisa

F U N G S I
Fungsi adalah suatu bagian dari program yang dirancang untuk melaksanakan tugas tertentu dan letaknya dipisahkan dari program yang menggunakannya.

P E R A N
Istilah "peran" kerap diucapkan banyak orang. Sering kita mendengar kata peran dikaitkan dengan posisi atau kedudukan seseorang. Atau "peran" dikaitkan dengan "apa yang dimainkan" oleh seorang aktor dalam suatu drama. Mungkin tak banyak orang tahu, bahwa kata "peran", atau role dalam bahasa Inggrisnya, memang diambil dari dramaturgy atau seni teater. Dalam seni teater seorang actor diberi peran yang harus dimainkan sesuai dengan plot-nya, dengan alur ceritanya, dengan lakonnya.

Lebih jelasnya kata “peran” atau “role” dalam kamus oxford dictionary diartikan : Actor’s part; one’s task or function. Yang berarti aktor; tugas seseorang atau fungsi.
Istilah peran dalam “Kamus Besar Bahasa Indonesia” mempunyai arti pemain sandiwara (film), tukang lawak pada permainan makyong, perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat.
Ketika istilah peran digunakan dalam lingkungan pekerjaan, maka seseorang yang diberi (atau mendapatkan) sesuatu posisi, juga diharapkan menjalankan perannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pekerjaan tersebut. Karena itulah ada yang disebut dengan role expectation. Harapan mengenai peran seseorang dalam posisinya, dapat dibedakan atas harapan dari si pemberi tugas dan harapan dari orang yang menerima manfaat dari pekerjaan/posisi tersebut.
Contohnya seperti peran sebagai Kepala Sekolah. Istilah peran, dipinjam dari panggung sandiwara untuk mencoba menjelaskan apa saja yang bisa dimainkan oleh seorang aktor. Peran sebagai suatu fungsi yang dibawakan seseorang ketika menduduki suatu karakteristik (posisi) dalam struktur sosial. Kepala sekolah adalah seperti aktor panggung teater, ia bisa memainkan peranannya sebagai kewajiban yang tidak boleh tidak harus dimainkan.

P E R A N A N
Menurut Komaruddin (1994;768), yang dimaksud peranan adalah:
a. Bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan seseorang dalam manajemen;
b. Pola penilaian yang diharapkan dapat menyertai suatu status;
c. Bagian atau fungsi seseorang dalam kelompok atau pranata;
d. Fungsi yang diharapkan dari seseorang atau menjadi karakteristik yang ada padanya;
e. Fungsi setiap variabel dalam hubungan sebab akibat.

TUGAS GURU
Guru memiliki banyak tugas, baik yang terikat oleh dinas maupun di luar dinas,dalam bentuk PENGABDIAN. Guru merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang kependidikan.
  1. Bidang Profesi meliputi :1.Mendidik : meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup.2.Mengajar : meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan danteknologi.3.Melatih : mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.
  2. Bidang Kemanusiaan : di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orangtua kedua yang mampu menarik simpati sehingga ia menjadi idola parasiswanya, dan menjadi motivasi bagi siswanya dalam belajar.
  3. Bidang Kemasyarakatan : masyarakat menempatkan guru pada tempat yanglebih terhormat dilingkungannya karena dari seorang guru diharapkanmasyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Ini berarti bahwa guruberkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan manusia Indonesiaseutuhnya yang berdasarkan Pancasila.Semakin akurat para guru melaksanakan fungsinya, semakin terjamin tercipta danterbinanya kesiapan dan keandalan seseorang sebagai MANUSIA PEMBANGUNAN.
Peran Guru
           Seperti dijelaskan sebelumnya, guru bermakna sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal. Sejalan dengan itu, guru memiliki peran yang bersifat multi fungsi, lebih dari sekedar yang tertuang pada produk hukum tentang guru, seperti UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan PP No. 74 tentang Guru. Mujtahid (2010) mengemukakan bahwa guru berperan sebagai perancang, penggerak, evaluator, dan motivator

No comments:

Post a Comment